Langsung ke konten utama

SEMANGAT TINGGI DALAM ILMU



SEMANGAT TINGGI DALAM ILMU.


Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc -hafizhahullah- berkata:

Penulis¹ berkata,
✍️ "Berhias dengan motivasi tinggi (menuntut ilmu agama) akan membuang semua angan-angan dan perbuatan rendah dari dirimu."

🎙️ Kata ustadz,
- Orang yang punya motivasi tinggi, semangat tinggi untuk menuntut ilmu agama dia tidak akan mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat.
- Motivasi tinggi untuk menuntut ilmu itulah yang membuat dia tidak mengerjakan hal-hal yang tidak manfaat. Dia menjauhkan diri dari perkara-perkara yang rendah.
- Perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat itu terkadang merendahkan kehormatan diri, ini di sebabkan dia tidak mempunyai motivasi di dalam menuntut ilmu agama.

Penulis¹ berkata,
✍️ "Serta mencabut pohon kehinaan dan sikap mencari muka menjilat darimu."

🎙️ Ustadz berkata,
- Orang yang mempunyai motivasi tinggi untuk menuntut ilmu agama senantiasa dia tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan hina.
- Hidupnya selalu ada di dalam benaknya "ILMU", bagaimana saya bisa menghasilkan ilmu, bagaimana saya bisa mendapatkan ilmu, dia tidak mau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan hina.

Penulis¹ berkata,
✍️ "Orang yang bermotivasi tinggi itu teguh (tegar) hatinya, dia tidak gentar menghadapi berbagai macam situasi, sedangkan orang yang tidak memiliki motivasi tinggi untuk menuntut ilmu agama dia pengecut, mulutnya di bungkam oleh kegagapan."

🎙️ Ustadz berkata,
Maksudnya para ikhwah...
- Orang yang tidak mempunyai semangat tinggi untuk menuntut ilmu agama, dia senantiasa pengecut, di dalam sesuatu yang semestinya dia berani di dalamnya, seperti menegakkan amar makruf nahi mungkar, penuntut ilmu agama (itu seharusnya) tidak malu untuk memberitahukan yang salah itu salah yang benar itu benar, Tidak malu.
- Tetapi orang yang tidak mempunyai motivasi tinggi senantiasa dia pengecut, kemudian mulutnya gagap, tidak bisa ngomong, gara-gara dia tidak mempunyai motivasi tinggi untuk menuntut ilmu agama.
- Sampai.... Bertanya dengan ustadz, kadang-kadang gagap, gara-gara pertanyaannya timbul dari hati yang memang tidak ingin menuntut ilmu agama di dalamnya, hanya sekedar ingin bertanya, bukan ingin mencari ilmu di dalamnya.
- Tapi orang yang benar-benar ingin mencari ilmu agama maka niscaya dia akan dari hati bertanyanya sehingga bertanya pun mudah di fahami.

Wallahu a'lam



_________________________
Keterangan:
1. Syaikh Bakr Abu Zaid -rahimahullah-
(Faidah Kajian: Rabu 18 Desember 2019 | Merujuk kepada Kitab Hilyah Tholibil ilmi)

♻ Silakan disebarluaskan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wajib Bersyukur

Walau pun kita menggunakan alat yang paling canggih sekali pun maka kita tidak bisa menentukan jumlahnya dari nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Maka wajib bagi kita untuk selalu mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wata'ala baik dengan lisan kita mau pun dengan perbuatan kita. — faedah kajian ustadz Arwi Fauzi Asri hafizhahullah 📝 https://t.me/faidahstory/2908

Manhaj atau Metode atau Cara Dalam Menuntut Ilmu

Manhaj atau Metode atau Cara Dalam Menuntut Ilmu. Manhaj Rasul dalam menuntut ilmu itu dengan cara memilih dan memilah guru, siapa guru yang berhak di ambil ilmunya, siapa yang tidak berhak di ambil ilmunya, semua itu telah di ajarkan oleh Rasul, itu yang di ajarkan oleh para Shahabat, oleh para ulama tabi'in, dan para ulama tabiut tabi'in. Lalu bagaimana dengan perkataan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Ta'ala 'anhu, _"Lihat yang di ucapkan jangan kamu lihat kepada siapa yang mengucapkan..? - Kata para ulama ini Bab Nasehat. - contoh: kalau ada maling mengucapkan "Jangan Mencuri" maka kita harus menerimanya. Kata ustadz, Di zaman Rasulullah, Rasulullah menugaskan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu untuk menjaga zakat makanan (zakat fitr) 3 malam berturut-turut, lalu ada maling datang, dan setiap malam maling itu di tangkap oleh Abu Hurairah, maling ini selalu minta di kasihani agar di lepaskan, lalu Abu Hurairah selalu me...
  Walau pun kita menggunakan alat yang paling canggih sekali pun maka kita tidak bisa menentukan jumlahnya dari nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Maka wajib bagi kita untuk selalu mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wata'ala baik dengan lisan kita mau pun dengan perbuatan kita. — faedah kajian ustadz Arwi Fauzi Asri hafizhahullah 📝 https://t.me/faidahstory/2908